Perbedaan Cubicle Toilet Phenolic dan HPL: Kenapa Phenolic Lebih Unggul untuk Area Publik

Dalam proyek pembangunan toilet publik dan komersial, pemilihan material cubicle toilet sangat berpengaruh terhadap ketahanan, kebersihan, dan biaya perawatan jangka panjang. Dua material yang paling sering dibandingkan adalah Phenolic dan HPL.

Namun, untuk area publik dengan intensitas penggunaan tinggi, Phenolic terbukti lebih unggul dibandingkan HPL.

Cubicle Toilet Phenolic

Phenolic board merupakan material solid compact laminate yang diproduksi melalui tekanan dan suhu tinggi. Proses ini menghasilkan panel yang padat, kuat, dan tahan terhadap kondisi ekstrem, terutama area basah.

Keunggulan Utama Phenolic:

  • 100% tahan air & lembap
  • Tidak berjamur dan tidak lapuk
  • Tidak melengkung meski digunakan jangka panjang
  • Mudah dibersihkan dan higienis
  • Tahan benturan dan vandalisme ringan

Material ini banyak digunakan sebagai standar cubicle toilet di fasilitas publik modern. 

Ideal untuk:

  • Mall & pusat perbelanjaan
  • Bandara & terminal
  • Rumah sakit
  • Gedung
  • Sekolah dengan traffic tinggi

Cubicle Toilet HPL

HPL umumnya diaplikasikan pada papan dasar seperti multiplek atau MDF. Walaupun tampilannya rapi dan ekonomis, material ini memiliki keterbatasan di area basah.

Keterbatasan HPL:

  • Tidak sepenuhnya tahan air
  • Berisiko mengembang jika terkena air terus menerus
  • Umur pakai lebih pendek
  • Kurang ideal untuk toilet publik
Karena itu, HPL lebih cocok untuk area kering atau penggunaan ringan, bukan untuk fasilitas public dengan traffic tinggi.

Perbandingan Singkat Phenolic & HPL

Dalam praktik di lapangan, perbedaan antara cubicle toilet phenolic dan HPL paling terasa dari cara material tersebut bertahan terhadap kondisi lembap dan intensitas penggunaan. Phenolic dirancang sebagai material solid yang memang ditujukan untuk area basah. Struktur panelnya padat dan tidak berpori, sehingga air tidak mudah meresap ke dalam material. Inilah alasan utama mengapa phenolic jarang mengalami pelengkungan, pengelupasan, atau penurunan kualitas meskipun digunakan dalam jangka panjang.

Sebaliknya, HPL pada dasarnya merupakan lapisan finishing yang diaplikasikan di atas papan dasar seperti multiplek atau MDF. Dalam kondisi ideal dan area yang relatif kering, HPL masih dapat berfungsi dengan baik. Namun, pada toilet dengan penggunaan tinggi atau kelembapan yang tidak terkontrol, risiko kerusakan menjadi lebih besar. Paparan air yang berulang dapat menyebabkan papan dasar mengembang, yang pada akhirnya memengaruhi tampilan dan kekuatan cubicle.

Dari sisi perawatan, phenolic juga lebih unggul karena permukaannya mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Material ini tidak menyerap cairan maupun bau, sehingga lebih higienis untuk fasilitas publik. Sementara itu, cubicle berbahan HPL biasanya membutuhkan perhatian ekstra, terutama pada bagian sambungan dan area yang sering terkena air.

Jika dilihat dari penggunaan jangka panjang, phenolic memberikan stabilitas dan ketahanan yang lebih konsisten. HPL mungkin menawarkan biaya awal yang lebih rendah, tetapi dalam banyak kasus, kebutuhan perbaikan atau penggantian lebih cepat justru menambah biaya operasional. Oleh karena itu, untuk proyek toilet publik atau komersial dengan intensitas tinggi, phenolic sering dipilih sebagai solusi yang lebih aman dan efisien dalam jangka panjang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi cubicle toilet phenolic dan konsultasi kebutuhan proyek Anda, silakan kunjungi website kami dan dapat menghubungi kami di nomor 0812-2014-5996.